About Us

Amstirdam Coffee merupakan hasil dari passion/ kecintaan saya akan kopi. Nama Amstirdam sendiri merupakan kependekan dari nama 4 kecamatan penghasil kopi di Kabupaten Malang di Jawa Timur. Nama 4 kecamatan tersebut adalah Ampel Gading, Sumber Manjing, Tirtoyudo dan Dampit. Kopi Luwak dan kopi robusta yang kami gunakan adalah hasil dari jerih payah para petani kopi di 4 kecamatan tersebut dan pemilihan nama Amstirdam merupakan wujud terimakasih kami terhadap mereka yang selalu tersenyum dan men-support kami dari awal.

Perjalanan kopi saya dimulai sewaktu saya kuliah di Australia tepatnya di tahun 2002 dimana saya membeli coffee machine pertama saya. Model yang saya beli sewaktu itu adalah Sunbeam dengan pressurised basket. Setelah mesin kopi dibawa rumah saya penasaran mengapa kopi yang saya buat rasanya masih kalah jauh dengan yang dibeli di coffeeshop langganan saya. Usut punya usut ternyata masalahnya ada di pressured basket. Setelah basket diganti dengan uang unpressured, kopi yang saya buat mulai sebanding dengan apa yang disajikan di coffeeshop langganan saya. Setelah itu saya sering membeli blend kopi dari beberapa roaster yang cukup terkenal di kota Sydney, dan setelah berdiskusi lama dengan mereka, mereka sering cerita bahwa di blend mereka selalu ada kopi yang berasal dari Indonesia. Alasan mereka menggunakan kopi Indonesia dikarenakan body/ kekentalan dan rasa yang unik dari kopi Indonesia ini.

Setiap tahun sewaktu liburan semester saya selalu kembali ke Indonesia, dan selalu kesulitan mencari kopi yang berkualitas terutama di kota Malang. Kopi Indonesia serasa menjadi anak tiri di negeri sendiri. Tak lama kemudian saya mengganti mesin espresso saya ke Rancillio Silvia dengan Grinder Mazzer Mini dan tak lama kemudian diganti dengan mesin Vibiemme Domobar Junior dengan grinder yang masih sama dan terasa peningkatan di kualitas kopi yang saya sajikan.

Roaster/ alat sangrai pertama saya adalah popper (mesin popcorn) yang bisa dibeli cukup murah, tak berapa lama kemudian karena banyaknya variabel yang tidak bisa di kontrol, saya mengganti mesin roaster saya ke behmor, dan memang terasa kenaikan dikualitas kopi yang saya sangrai dan pelan pelan mulai mengganti ke roaster yang lebih profesional.

Sewaktu saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia ditahun 2011untuk membangun negeri sendiri, saya melihat adanya potensi luar biasa dari Kopi Indonesia untuk diroast dan disajikan dengan benar di negeri sendiri sehingga masyarakat lokal dapat juga menikmati kopiĀ  seperti layaknya orang- orang yang diluar negeri. Oleh karena itu saya mendirikan badan usaha yang dinamakan CV Pemenang Sejati dan perjalanan usaha saya dimulai.

Kalau ingin mengikuti update dari perjalanan bisnis saya, dapat dilihat disini (tips usaha)

Salam Amstirdam dan Hidup Kopi Indonesia :)

Sivaraja

Petani Kopi, Petani Kopi Luwak

Pak Surat, Ketua Kelompok Tani Unggul Tirtoyudo