sapan 180116Selamat sore para penikmat kopi nusantara. Dalam coffee journey yang ke 87 hari ini saya akan menyajikan kopi Arabika yang berasal dari Sulawesi yaitu Toraja Sapan yang kami roast sekitar 7 hari yang lalu. Kopi ini merupakan hasil panen tahun 2015 kemarin dan diproses basah. Sore ini kopi masih tetap saya sajikan sebagai latte sekalian untuk latihan membuat latte art, namun espresso tetap saya cicip dahulu sebelum mencampurkan nya dengan susu untuk merasakan citarasa dan aroma murni kopi ini.

Langsung saja ke proses pembuatannya. Pertama saya timbang 20 gram dari biji kopi ini, kemudian saya giling menggunakan grinder EK43 yang tingkat kehalusannya telah di set sebelum eksperimen ini. Sewaktu biji kopi sedang digiling tercium sekali aroma buah nanas dan karamel yang cukup dominan. Selanjutnya proses dose-tamp dan brew. Sekitar 7-8 detik setelah tuas dari mesin espresso dihidupkan, espresso mulai menetes dan terlihat cukup kental dengan warna yang kekuningan. Setelah diperoleh 25ml, tuas saya matikan dan susu mulai saya stretch dan panaskan. Selanjutnya susu saya campurkan kedalam cangkir yang telah terisi espresso sebelumnya dan disinilah proses pembuatan latte art terjadi.

Dari segi aroma dan citarasa. Aroma buah nanas yang bercampur dengan karamel masih tercium cukup dominan dan setelah saya minum dapat dirasakan kekentalan yang pas,acidity yang sudah di cut dari susu, sensasi rasa karamel dan milk chocolate yang sudah tercampur dengan sensasi aroma buah nanas yang sudah kuning sekali, dan diakhiri dengan sensasi rasa manis yang pas. Menurut saya kopi arabika Toraja Sapan pas sekali untuk dinikmati dengan ataupun tanpa susu, dan pas sekali untuk menemani anda melepas penat.

Anyway selamat melanjutkan aktifitas anda kembali dan salam Amstirdam :)

Apabila tertarik untuk mencoba kopi arabika Toraja Sapan  ini, green bean dapat dibeli disini dan freshly roasted bubuk maupun biji dapat dibeli disini