#tipsusaha
.
Mohon maaf apabila postingan ini agak “nylekit” dan mungkin banyak yang tidak setuju
.
Seminggu yang lalu kami sempat melakukan simulasi kalkulasi bagaimana kalau ada satu unit usaha sebut saja kedai kopi yang sudah mulai profitable lalu memperlebar sayapnya dengan membuka unit usaha baru sebut saja roastery dengan dana yang pas- pasan
.
Memang secara sederhana harga bahan baku jadi lebih murah, tapi apakah murah nya ini seimbang dengan beban tiap bulan dari mesin baru, kapasitas yang tak terisi, karyawan, experiment, stok greenbean, dll?
.
Coba kita buat contoh sederhana, kedai kopinya menghasilkan keuntungan bersih 5jt setiap bulan. Diputuskan untuk membeli mesin sangrai seharga 30jt ( dengan asumsi dicicil selama 1 tahun senilai 3 jt per bulan). .
Asumsi, profit penjualan dari beans serta penghematan bisa menghasilkan 2 jt/ bulan, berarti ada kekurangan 1 jt yang mesti diambil dari profit kedai kopi sampai kapasitas untuk breakeven/ balik modal bisa terpenuhi.
.
Menarik bukan, apabila breakeven volume tidak tercapai maka unit usaha baru ini malah menghabisi profit dari unit usaha lama, bagaimana kalau unit usaha yang lama juga lagi drop?
.
Ada beberapa faktor lain yang juga belum kita masukkan kedalam hitungan, seperti beban listrik, cost/m2 dari total sewa yang digunakan untuk roastery, inventory green bean carrying cost, biaya untuk penyangrai, stok kemasan, label, social media advertising, biaya experiment, alokasi apabila ditipu supplier, lpg, dll.
.
Kesimpulannya bukan kami melarang, cuma mohon dihitung secara seksama sebelum memulai dan memperlebar usaha, karena trend itu tidak selamanya bisa bertahan dan sering kali terjadi naik turun di usaha, apakah anda siap? Kalau sekedar mau menurunkan hpp, kenapa ngga unit usaha yang pertama dibuat solid sekali sehingga memiliki kemampuan tawar ke penjual bahan baku?
.
.
.
.
.
.
.
#6TahunAmstirdam #BrewtifulAmstirdam
#kopimalang
#kopisejuk
#kopiindonesia
#kopiamstirdam from Instagram: https://ift.tt/2HTSm5N