Setelah lama vacuum ngeblog, akhirnya dapet juga kesempatan untuk menulis kembali. Dalam menyambut ulang tahun Amstirdam yang ke 6, kami ingin membagi kembali pengalaman yang sudah kami dapatkan dalam memulai usaha Amstirdam Coffee.

Semua dimulai dari mimpi besar kami bahwa kopi terbaik dari Malang harus dapat dinikmati di Malang dulu sebelum di export ke luar negeri.

Mimpi besar inilah yang akhirnya membuat kami nekat untuk mendirikan Amstirdam Coffee pada tahun 2011.

Memulai suatu usaha itu susah- susah gampang. Namun perjuangan untuk mempertahankan usaha tersebut agar dapat terus berjalan, membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang tak dapat di definisikan dengan kata-kata.

Kami membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk dapat menyesuaikan produk kami dengan apa yang diinginkan pasar dengan harga dan volume yang sesuai pasar juga. Selama proses ini, mimpi inilah yang selalu menjadi penyemangat kami setiap kali kami merasa down ataupun ketika kami berharap suatu hal namun kenyataannya market/ customer berpikir berbeda.

Mimpi ini jugalah yang menjadi penentu dalam setiap keputusan yang kami ambil. Sebagai contohnya ketika hendak menyewa tempat untuk usaha, kita usahakan untuk dapat menyewa ruangan/ ruko/ kantor yang melebihi dari kebutuhan kami karena kami percaya bahwa setelah produk dan harga telah sesuai dengan ekspektasi pasar, permintaan akan meningkat dan kebutuhan akan tempat juga akan menjadi prioritas.

Namun seperti pengusaha lain, ada beberapa kali juga dimana kami membuat banyak kesalahan sebagai contohnya sewaktu memilih ukuran kapasitas roaster pertama kami. Dikarenakan mau “ngirit”, kami memutuskan untuk membeli roaster yang kapasitasnya hanya cukup kecil yaitu 1kg saja per batch. Dan seperti yang sudah bisa anda duga, dalam waktu singkat kapasitas roaster tersebut sudah tidak mumpuni untuk memenuhi jumlah pesanan kami dan akhirnya kami diharuskan untuk membeli roaster yang lebih besar.

Sama juga ketika membuat struktur organisasi, walaupun ketika memulai usaha ini kami hanya berdua saja, namun kami memiliki struktur organisasi selayaknya perusahaan besar namun hanya diisi oleh dua nama saja (hehe).

Struktur organisasi awal kami: CEO, Finance, Customer Service, Supply Chain (Logistic in/ out, Inventory), Production & Maintenance, Quality Control, Sales & Marketing. Semua itu hanya diisi nama saya dan Franky saja. Namun seiring dengan waktu dan perkembangan usaha, lambat laun posisi tersebut mulai diisi oleh beberapa staff kami sekarang.

Semoga info ini cukup bermanfaat, dan teruslah bermimpi besar, karena semua itu dimulai dari mimpi.

 

.

Sivaraja (8 November 2017)